Header Ads

Kepekaan dan Kepedulian

Apa arti ijazah yang menumpuk bila kepekaan dan kepedulian tidak ikut dipupuk.
Apa guna sekolah tinggi-tinggi, bila hanya memperkaya diri dan sanak famili.

Kalimat di atas merupakan Penggalandari Puisi utuh yang lumayan sandar panjangnya yang bersumber dari situs matanajwa.com berjudul Dari Jogja untuk Bansa. Puisi lengkapnya di bawah ini. nSelamat menikmati.

DARI JOGJA UNTUK BANGSA

Jika memang benar Jogja itu istimewa, dari sini mestinya muncul generasi pemimpin berikutnya.

Jogja adalah saksi mata, jutaan sarjana yang diwisuda.

Banyak yang sukses dan kaya raya, juga yang merasa siap memimpin bangsa.

Pendidikan memang membuka banyak kesempatan, tapi pendidikan tak otomatis lahirkan kepemimpinan.

Pemimpin tak lahir karena ijazah, tapi oleh kerja keras dan kepedulian yang terus diasah.

Apa arti ijazah yang bertumpuk, jika kepedulian dan kepekaan tidak ikut dipupuk?

Apa gunanya sekolah tinggi-tinggi, jika hanya perkaya diri sendiri dan famili?

Bagaimana akan bersikap anti-korupsi, jika sejak muda hanya sibuk dengan urusan sendiri?

Tak ada yang tiba-tiba bagi calon pemimpin bangsa, kecakapan bukan salinan genetika.

Inspirasi datang dari hidup yang tahan uji, pemimpin muncul dari tempaan yang tiada henti.

Tidak ada komentar

Diberdayakan oleh Blogger.